Tazkirah: Cara membaca Surah Yassin sewaktu seseorang menghadapi Sakaratul Maut


Surau Darussaadah di Keramat Permai telah mengadakan ceramah umum mengenai Isra' Mikraj oleh Ustaz Abdullah Mahmud.

Berikut adalah sedikit sebanyak intipati ceramah :-

Menurut Ustaz, masyarakat Melayu telah lama buat salah dalam 'membantu' seseorang mengahadapi sakaratul maut. Menjadi kebiasaan, kita akan mengelilingi orang yang tengah nazak dengan masing2 membaca surah Yasin, dengan bacaan yang tersendiri dan bermacam2 ragam (setengah dengan tartil, setengah bacaan laju). Perbuatan sebegini akan menjadikan orang yang tengah nazak merasa lebih kelam kabut (kerana menurut ustaz sebelum datangnya kematian, kita 'disibukkan' dengan segala gambaran perbuatan kita di dunia).

Kaedah yang sepatutnya diamalkan ialah:-

i) Lantik seorang yang bacaan Alquran nya baik (dari segi tajwid) untuk membaca surah Yasin - yang lain2 boleh bersama2 semak.

ii) Sebaik2 orang yang dilantik itu adalah anak ataupun saudara terdekat yang mempunyai perasaan kasih pada orang yang tengah nazak.

iii) Merenung wajah orang tengah nazak sebelum surah Yasin dibaca untuk menimbulkan rasa belas kasihan dan mudah2an surah yang dibaca boleh membantu pencabutan nyawa beliau.

iv) Membaca 3 hingga 4 kalimah Surah Yasin, berhenti, dan menolong (menuntun) beliau untuk melafaz "Laa ila ha illallah".

v) Kemudian menyambung semula bacaan, baca 3 hingga 4 kalimah, berhenti lagi, dan menolong beliau mengucap "Laa ila haillallah" lagi.

vi) Diteruskan sehingga lah beliau menghembuskan nafas yang terakhir.

Semoga ini dapat meningkatkan lagi ilmu pengetahuan kita dalam 'membantu' saudara mara atau mak ayah kita dalam menghadapi sakaratul maut. Dan semoga kita mendapat segala rahmat serta hidayah NYA dlm membuat amal kebajikan dengan cara yang betul bukan semata2 melalui ikutan adat. Amiin.

Sifat 20 .... jom sama-sama berdendang





Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah

Haya Nal kul Sifat-Allah
Haya Na' rif Wahdaniatah

Haya Nal kul Sifat-Allah
Haya Na' rif Wahdaniatah

Allah
Wujud
Qidam
Baqa’
Mukhalafatuhu Lilhawadithi
Qiyamuhu Binafsihi
Wahdaniah
Qudrah
Iradah
Ilmun
Hayun
Sama’
Bashar
Kalam
Qadiran
Muridan
’Aliman
Hayyan
Sami’an
Bashiran
Mutakalliman

Allah
Wujud
Qidam
Baqa’
Mukhalafatuhu Lilhawadithi
Qiyamuhu Binafsihi
Wahdaniah
Qudrah
Iradah
Ilmun
Hayun
Sama’
Bashar
Kalam
Qadiran
Muridan
’Aliman
Hayyan
Sami’an
Bashiran
Mutakalliman

Haya Nal kul Sifat-Allah
Haya Na' rif Wahdaniatah

Haya Nal kul Sifat-Allah
Haya Na' rif Wahdaniatah

Allah
Wujud
Qidam
Baqa’
Mukhalafatuhu Lilhawadithi
Qiyamuhu Binafsihi
Wahdaniah
Qudrah
Iradah
Ilmun
Hayun
Sama’
Bashar
Kalam
Qadiran
Muridan
’Aliman
Hayyan
Sami’an
Bashiran
Mutakalliman

Allah
Wujud
Qidam
Baqa’
Mukhalafatuhu Lilhawadithi
Qiyamuhu Binafsihi
Wahdaniah
Qudrah
Iradah
Ilmun
Hayun
Sama’
Bashar
Kalam
Qadiran
Muridan
’Aliman
Hayyan
Sami’an
Bashiran
Mutakalliman

Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah

Allah
Wujud
Qidam
Baqa’
Mukhalafatuhu Lilhawadithi
Qiyamuhu Binafsihi
Wahdaniah
Qudrah
Iradah
Ilmun
Hayun
Sama’
Bashar
Kalam
Qadiran
Muridan
’Aliman
Hayyan
Sami’an
Bashiran
Mutakalliman

Allahu Allahu Allahu Allah
Allahu Allahu Allahu Allah

Orang-orang yang Didoakan oleh Malaikat.


Orang - orang yang Didoakan oleh Malaikat.

Allah SWT berfirman,
"Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintahNya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya"
(Al-Anbiyaa' 26-28)

Inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ;
'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang duduk menunggu solat.
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya;
'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'"
(Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di saf bagian depan di dalam solat.
Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada (orang-orang) yang berada pada saf - saf terdepan"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung saf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam saf).
Para Imam iaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang - orang yang menyambung saf - saf"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu"
(Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda;
" Para malaikat akan selalu berselawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat solat dimana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'"
(Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadith ini)

7. Orang - orang yang melakukan solat subuh dan asar secara berjama'ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Para malaikat berkumpul pada saat solat subuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'"
(Al Musnad no. 9140, hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda;
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata amin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'"
(Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'"
(Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang makan sahur.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang - orang yang makan sahur"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang menjenguk orang sakit.
Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga subuh"
(Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya berselawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"
(dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Tazkirah: Amalan Solat Sunat Dhuha

Antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri ialah sembahyang sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, Antaranya dalam riwayat Abu Hurairah katanya yang bermaksud:-



Dalam riwayat yang lain Rasullullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda yang maksudnya : " Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah ( sebagai ganti ) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat sembahyang Dhuha ."
( Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim )


Adapun kelebihan sembahyang Dhuha itu sepertimana di dalam kitab "An-Nurain" sabda Rasullullah Sallallahu 'alaihi Wasallam yang maksudnya : "Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan."

Dalam satu riwayat yang lain Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya :

"Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya aku segala dosanya walaupun seperti buih dilautan."
(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Dan daripada Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu berkata :

"Aku mendengar Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam berkata : "Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas"
(Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Waktu sembahyang Dhuha ialah dari naik matahari sampai sepenggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir tetapi disunatkan dita'khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik.

Cara menunaikannya pula adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu dua rakaat satu salam. Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh 'Aisyah bermaksud :

"Adalah Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam bersembahyang Dhuha empat rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehendakinya."
(Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah)

Dalam sebuah hadis yang lain Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda bermaksud :
" Barangsiapa yang menunaikan sembahyang sunat Dhuha sebanyak dua rakaat tidak ditulis dia daripada orang-orang yang tidak lalai daripada mengingati Allah dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak empat rakaat ditulis akan dia daripada orang-orang yang suka beribadat dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak enam rakaat dicukupkan baginya pada hari tersebut, barangsiapa menunaikanyan sebanyak lapan rakaat Allah menulis baginya daripada orang-orang yang selalu berbuat taat, barang siapa yang menunaikannya sebanyak dua belas rakaat Allah akan membina baginya mahligai didalam syurga dan tidak ada satu hari dan malam melainkan Allah mempunyai pemberian dan sedekah kepada hamba-hambaNya dan Allah tidak mengurniakan kepada seseorang daripada hamba-hambaNya yang lebih baik daripada petunjuk supaya sentiasa mengingatiNya,"
( Riwayat At-Thabarani )

Manakala surah yang sunat dibaca selepas membaca Faatihah pada rakaat pertama ialah surah as-Syams dan rakaat kedua selepas membaca al-Faatihah disunatkan membaca surah adh-Dhuha.
Related Posts with Thumbnails