Showing posts with label Hadith. Show all posts
Showing posts with label Hadith. Show all posts

Amalan Untuk Memasuki Syurga Tanpa Halangan



Membaca ayat al-Kursi setiap kali selepas solat fardhu, tidak akan terhalang baginya untuk memasuki syurga melainkan mati.
  • Daripada Abi Umamah RA bahawa Nabi SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلَّا الْمَوْتُ
Maksudnya: “Barangsiapa yang membaca ayat al-Kursi setiap selepas kali solat fardhu, tidak akan terhalang baginya untuk memasuki syurga melainkan mati”. 
Riwayat al-Thabarani di dalam Mu’jam al-Kabir (7532)] 
[Riwayat al-Nasa’ie di dalam al-Sunan al-Kubra (9848)]
[Hadith ini dinilai sahih oleh Imam Ibn Hibban]

Antara pendapat ulama’ berkaitan hadith ini adalah:

وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ حَدِيثِ أبي أمامة، وَعَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، وَالْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، وَجَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، وَفِيهَا كُلِّهَا ضَعْفٌ، وَلَكِنْ إِذَا انْضَمَّ بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ مَعَ تَبَايُنِ طُرُقِهَا وَاخْتِلَافِ مَخَارِجِهَا، دَلَّتْ عَلَى أَنَّ الْحَدِيثَ لَهُ أَصْلٌ وَلَيْسَ بِمَوْضُوعٍ
Maksudnya: “Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah mengatakan hadith ini diriwayatkan oleh Abi Umamah, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Umar, al-Mughirah bin Syu’bah, Jabir bin Abdillah dan Anas bin Malik. Padanya kesemuanya (riwayat-riwayat tersebut )terdapat keleMahan. Akan tetapi, jika dihimpunkan kesemua riwayat-riwayat ini dengan menjelaskan jalur-jalur dan perbezaan asal setiap satu daripadanya. Ini telah menunjukkan bahawa hadith ini mempunyai asal dan ia bukanlah hadith yang palsu”.
 [Lihat: Zad al-Ma’ad, 294/1]

Hadith Hafal 10 ayat pertama Surah Al-Kahfi


Daripada Abu al-Darda’ RA sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda yang maksudnya:

“Sesiapa yang menghafal sepuluh ayat daripada awal surah al-Kahfi, maka dipelihara/ diselamatkan daripada dajjal.”

(HR Muslim)


Boleh save & print terjemahan ayat perkata di bawah ini dan jadikan flash card untuk memudahkan hafalan 10 ayat pertama Surah Al-Kahfi.
Semoga bermanfaat.









Ceramah Animasi : Ganjaran Barisan Pertama


Kelebihan mendapatkan saf pertama ketika solat berjemaah.

Ceramah Animasi: Aku Ingin Berubah..


"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Ar-Ra`d :11



Ceramah Animasi : Ibu


Bagi kami setiap hari adalah hari ibu. 



Ceramah Animasi : Keutamaan Bersedekah


Ringankan tangan untuk memberi moga diluaskan lagi rezeki.



Ceramah Animasi : Larangan Menipu


"Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang yang melampaui batas, lagi pendusta" 
(Surah Ghaffir, Ayat 28)

Ceramah Animasi : Hadis Meninggalkan Solat


Ceramah animasi yang mudah difahami tentang meninggalkan solat. Sesuai untuk setiap peringkat usia.


Himpunan Doa-doa daripada Hadis Oleh: as-Syeikh Sa’ed Ibn Wahaf al-Qathani


Klik Himpunan Doa-doa daripada Hadis Oleh: as-Syeikh Sa’ed Ibn Wahaf al-Qathani untuk download.

Kandungan


Keutamaan, Priority, Dan Kaedah Berdzikir

- Bacaan Ketika Bangun Dari Tidur
- Doa Ketika Mengenakan Pakaian
- Doa Ketika Mengenakan Pakaian Baru
- Doa Bagi Orang Yang Mengenakan Pakaian Baru
- Bacaan Ketika Meletakkan Pakaian
- Doa Masuk Tandas
- Doa Keluar Dari Tandas
- Bacaan Sebelum Wudhu
- Bacaan Setelah Wudhu
- Bacaan Ketika Keluar Dari Rumah
- Bacaan Apabila Masuk Rumah
- Doa Pergi Ke Masjid
- Doa Masuk Masjid
- Doa Keluar Dari Masjid
- Bacaan Ketika Mendengarkan Adzan
- Doa Istiftah
- Doa Ruku’
- Doa Bangun Dari Ruku’
- Doa Sujud
- Doa Duduk Antara Dua Sujud
- Doa Sujud Tilawah
- Tasyahud
- Membaca Salawat Nabi N Setelah Tasyahud
- Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam
- Bacaan Setelah Salam
- Doa Shalat Istikharah
- Bacaan Di Waktu Pagi Dan Petang
- Bacaan Sebelum Tidur
- Doa Apabila Membalikkan Tubuh Ketika Tidur Malam
- Doa Apabila Merasa Takut Dan Kesepian Ketika Tidur
- Apa Yang Diperbuat Orang Yang Bermimpi
- Doa Qunut Witir
- Bacaan Setelah Salam Shalat Witir
- Doa Penawar Hati Yang Duka
- Doa Untuk Kesedihan Yang Mendalam
- Doa Bertemu Dengan Musuh Dan Penguasa
- Doa Orang Yang Takut Kezhaliman Penguasa
- Doa Terhadap Musuh
- Doa Apabila Takut Kepada Suatu Kaum
- Bacaan Bagi Orang Yang Ragu Dalam Beriman
- Doa Agar Boleh Membayar Hutang
- Doa Menghilangkan Gangguan Syaitan Dalam Shalat Atau Membaca Al-Qur’an
- Doa Orang Yang Mengalami Kesulitan
- Apa Yang Perlu Dilakukan Bagi Orang Yang Berdosa
- Doa Untuk Mengusir Syaitan
- Apabila Tertimpa Sesuatu Yang Tidak Disenangi
- Ucapan Selamat Bagi Orang Yang Dikaruniai Anak Dan Balasannya
- Doa Perlindungan Kepada Anak
- Doa Apabila Berkunjung Kepada Orang Yang Sakit
- Keutamaan Berkunjung Kepada Orang Sakit
- Doa Orang Sakit Yang Tidak Ada Lagi Harapan Untuk Hidup Terus
- Mengajari Orang Yang Akan Meninggal Dunia
- Doa Orang Yang Tertimpa Musibah
- Doa Ketika Memejamkan Mata Mayat
- Doa Dalam Shalat Jenazah
- Doa Untuk Mayat Anak Kecil
- Doa Untuk Belasungkawa
- Bacaan Ketika Memasukkan Mayat Ke Liang Kubur
- Doa Setelah Mayat Dimakamkan
- Doa Ziarah Kubur
- Doa Apabila Ada Angin Ribut
- Doa Ketika Ada Halilintar
- Doa Untuk Minta Hujan
- Doa Apabila Hujan Turun
- Bacaan Setelah Hujan Turun
- Doa Agar Hujan Berhenti
- Doa Melihat Bulan Tanggal Satu
- Doa Ketika Berbuka Bagi Orang Yang Berpuasa
- Doa Sebelum Makan
- Doa Setelah Makan
- Doa Tamu Kepada Orang Yang Menghidangkan Makanan
- Berdoa Untuk Orang Yang Memberi Minuman
- Doa Apabila Berbuka Di Rumah Orang
- Doa Orang Yang Berpuasa Apabila Diajak Makan
- Ucapan Orang Yang Puasa Bila Dicaci Maki
- Doa Apabila Melihat Permulaan Buah
- Doa Ketika Bersin
- Bacaan Apabila Orang Kafir Bersin Kemudian Memuji Allah
- Doa Kepada Pengantin
- Doa Pengantin Kepada Dirinya
- Doa Sebelum Bersetubuh
- Doa Ketika Marah
- Doa Apabila Melihat Orang Yang Mengalami Ujian
- Bacaan Dalam Majlis
- Pelebur Dosa Majlis
- Doa Kepada Orang Yang Berkata: Ghafarallaahu Laka
- Doa Untuk Orang Yang Berbuat Kebaikan Padamu
- Cara Menyelamatkan Diri Dari Dajal
- Doa Kepada Orang Berkata: Aku Senang Kepadamu Kerana Allah
- Doa Kepada Orang Yang Menawarkan Hartanya Untukmu
- Doa Untuk Orang Yang Meminjami Ketika Membayar Utang
- Doa Agar Terhindar Dari Syirik
- Doa Untuk Orang Yang Mengatakan: Baarakallahu Fiika
- Doa Menolak Firasat Buruk / Sial
- Doa Naik Kenderaan
- Doa Bepergian
- Doa Masuk Desa Atau Kota
- Doa Masuk Pasar
- Doa Apabila Binatang Kendaraan Tergelincir
- Doa Musafir Kepada Orang Yang Ditinggalkan
- Doa Orang Mukim Kepada Musafir
- Takbir Dan Tasbih Dalam Perjalanan
- Doa Musafir Ketika Menjelang Subuh
- Doa Apabila Mendiami Suatu Tempat, Baik Dalam Bepergian Atau Tidak
- Doa Apabila Pulang Dari Bepergian
- Bacaan Apabila Ada Sesuatu Yang Menyenangkan Atau Menyusahkan
- Keutamaan Membaca Shalawat
- Menyebarkan Salam
- Apabila Orang Kafir Mengucapkan Salam
- Petunjuk Ketika Mendengar Kokok Ayam Atau Ringkikan Keledai
- Petunjuk Apabila Mendengar Anjing Menggonggong
- Mendoakan Kepada Orang Yang Anda Caci
- Apabila Memuji Temannya
- Bacaan Bila Dipuji Orang
- Bacaan Talbiyah
- Bertakbir Pada Setiap Datang Ke Rukun Aswad
- Doa Antara Rukun Yamani Dan Hajar Aswad
- Bacaan Ketika Di Atas Bukit Shafa Dan Marwah
- Doa Pada Hari Arafah
- Ketika Di Masy’aril Haram
- Bertakbir Pada Setiap Melempar Jumrah
- Bacaan Ketika Kagum Terhadap Sesuatu
- Yang Dilakukan Apabila Ada Sesuatu Yang Menggembirakan
- Bacaan Dan Perbuatan Apabila Merasa Sakit Pada Suatu Anggota Badan
- Apabila Takut Mengenai Sesuatu Dengan Matanya
- Bacaan Ketika Takut
- Bacaan Ketika Menyembelih Kurban
- Bacaan Untuk Menolak Gangguan Syaitan
- Istigfar Dan Taubat
- Keutamaan Tasbih, Tahmid, Tahlil Dan Takbir
- Bagaimana Cara Nabi S.A.W Membaca Tasbih
- Beberapa Adab Dan Kebaikan

Klik Himpunan Doa-doa daripada Hadis Oleh: as-Syeikh Sa’ed Ibn Wahaf al-Qathani untuk download.

Kurang Agama Dan Kurang Akal


Hadith :

Dari Abdullah bin Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda:

“Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar iaitu memohon ampun. Kerana aku melihat kaum wanitalah yang lebih ramai menjadi penghuni Neraka.”

Seorang wanita yang cukup pintar di antara mereka bertanya:

“Wahai Rasulullah, kenapa kami kaum wanita yang lebih ramai menjadi penghuni Neraka?”

Rasulullah S.A.W bersabda:

“Kamu banyak mengutuk dan mengingkari suami. Aku tidak melihat mereka yang kekurangan akal dan agama yang lebih menguasai pemilik akal, daripada golongan kamu.

Wanita itu bertanya lagi:

“Wahai Rasulullah! Apakah maksud kekurangan akal dan agama itu?”

Rasulullah s.a.w bersabda:

“Maksud kekurangan akal ialah penyaksian dua orang wanita sama dengan penyaksian seorang lelaki. Inilah yang dikatakan kekurangan akal. Begitu juga wanita tidak mendirikan sembahyang pada malam-malam yang dilaluinya kemudian berbuka pada bulan Ramadhan kerana haid. Maka inilah yang dikatakan kekurangan agama”

(Muslim)

Huraian:-

Wanita dari asal kejadiannya ( fitrahnya ) memang telah diciptakan berlainan dan berbeza dengan lelaki, adanya kelainan atau perbezaan itu tentu ada maksud dan tujuannya yang tertentu. Lemahnya agama bagi golongan wanita tidak harus dijadikan alasan untuk memadamkan semangat dalam beribadah kerana pada saat seseorang perempuan itu haid atau nifas di mana mereka tidak dapat menjalankan ibadah solat dan puasa, mereka sebenarnya masih mampu menjalankan amal ibadah lain yang berpahala yang dapat mendekatkan diri pada Allah, kecuali sebaliknya iaitu jika mereka melibatkan diri dalam perbuatan yang mendatangkan dosa dan segala sesuatu yang dapat melalaikan
bahkan menjauhkan diri daripada Allah. Manakala perempuan dikatakan kurang (lemah) akalnya kerana fikiran mereka mudah sekali terpengaruh, tertipu dan terpedaya kerana mereka dikurniakan dengan banyak nafsu dan lazimnya mereka tidak berfikir lebih panjang dan bersifat emosional.

Oleh itu dalam hal pengadilan Islam lebih mengutamakan lelaki. Tetapi dalam hal yang lain, Islam sama sekali tidak menolak akan hakikat ketajaman pemikiran golongan wanita yang mampu berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan kaum lelaki. Hanya sesungguhnya yang membezakan antara makhluk Allah S.W.T, tidak lain hanyalah nilai ketaqwaan mereka.

Tazkirah: Larangan Wanita Besanggul Tinggi dan Berbaju Jarang


Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud :

"Dua golongan di kalangan ahli neraka yang tidakkan aku pandang iaitu kaum yang bersama mereka cemeti seperti ekor lembu yang dengannya digunakan memukul orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian bagaikan bertelanjang yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk membuat maksiat. Sanggul dikepala mereka ditusuk tinggi-tinggi seperti bonggol unta yang sangat lemah. Mereka ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya sedangkan sesungguhnya bau syurga itu sudah boleh dicium dari jarak demikian dan demikian."
(Riwayat Muslim)

Hadis yang menyatakan seperti bonggol unta itu ditujukan kepada semua wanita yang tidak menutup aurat dengan sempurna. Mereka memakai pakaian yang jarang, nipis mahupun ketat sehingga boleh menampakkan warna kulit dan susuk tubuh. Pemakaian seperti ini adalah dilarang sama sekali oleh Islam terhadap para wanita kerana mereka seolah-olah bertelanjang juga.

Sanggul rambut di kepala yang selalu para wanita memakainya bukanlah membawa maksud seperti hadis di atas secara mutlaknya. Boleh sahaja untuk memakai sanggul asalkan tidak mendedahkan aurat di hadapan lelaki bukan mahramnya.

Rujukan dari laman web Ustaz Nor Amin

Orang-orang yang Didoakan oleh Malaikat.


Orang - orang yang Didoakan oleh Malaikat.

Allah SWT berfirman,
"Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintahNya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya"
(Al-Anbiyaa' 26-28)

Inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ;
'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang duduk menunggu solat.
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya;
'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'"
(Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di saf bagian depan di dalam solat.
Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada (orang-orang) yang berada pada saf - saf terdepan"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung saf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam saf).
Para Imam iaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang - orang yang menyambung saf - saf"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu"
(Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda;
" Para malaikat akan selalu berselawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat solat dimana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'"
(Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadith ini)

7. Orang - orang yang melakukan solat subuh dan asar secara berjama'ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Para malaikat berkumpul pada saat solat subuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'"
(Al Musnad no. 9140, hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda;
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata amin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'"
(Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'"
(Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang makan sahur.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang - orang yang makan sahur"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang menjenguk orang sakit.
Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga subuh"
(Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya berselawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"
(dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Tazkirah: Amalan Solat Sunat Dhuha

Antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri ialah sembahyang sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, Antaranya dalam riwayat Abu Hurairah katanya yang bermaksud:-



Dalam riwayat yang lain Rasullullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda yang maksudnya : " Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah ( sebagai ganti ) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat sembahyang Dhuha ."
( Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim )


Adapun kelebihan sembahyang Dhuha itu sepertimana di dalam kitab "An-Nurain" sabda Rasullullah Sallallahu 'alaihi Wasallam yang maksudnya : "Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan."

Dalam satu riwayat yang lain Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya :

"Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya aku segala dosanya walaupun seperti buih dilautan."
(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Dan daripada Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu berkata :

"Aku mendengar Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam berkata : "Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas"
(Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Waktu sembahyang Dhuha ialah dari naik matahari sampai sepenggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir tetapi disunatkan dita'khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik.

Cara menunaikannya pula adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu dua rakaat satu salam. Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh 'Aisyah bermaksud :

"Adalah Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam bersembahyang Dhuha empat rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehendakinya."
(Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah)

Dalam sebuah hadis yang lain Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda bermaksud :
" Barangsiapa yang menunaikan sembahyang sunat Dhuha sebanyak dua rakaat tidak ditulis dia daripada orang-orang yang tidak lalai daripada mengingati Allah dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak empat rakaat ditulis akan dia daripada orang-orang yang suka beribadat dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak enam rakaat dicukupkan baginya pada hari tersebut, barangsiapa menunaikanyan sebanyak lapan rakaat Allah menulis baginya daripada orang-orang yang selalu berbuat taat, barang siapa yang menunaikannya sebanyak dua belas rakaat Allah akan membina baginya mahligai didalam syurga dan tidak ada satu hari dan malam melainkan Allah mempunyai pemberian dan sedekah kepada hamba-hambaNya dan Allah tidak mengurniakan kepada seseorang daripada hamba-hambaNya yang lebih baik daripada petunjuk supaya sentiasa mengingatiNya,"
( Riwayat At-Thabarani )

Manakala surah yang sunat dibaca selepas membaca Faatihah pada rakaat pertama ialah surah as-Syams dan rakaat kedua selepas membaca al-Faatihah disunatkan membaca surah adh-Dhuha.

Tazkirah: Hasad Dengki & Iri Hati


Abul Laits Assamarqandi r.a. meriwayatkan dengan sanadnya dari Alhasan berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:

"Hasad dan dengki itu keduanya akan memakan habis hasanat (kebaikan) sebagai mana api makan kayu."

Ibrahim bin Aliyah dari Abbad bin Ishaq dari Abdurrahman bin Mu'awiyah berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:

"Tiga macam sifat yang tidak dapat selamat daripadanya seorang pun iaitu:

- Buruk sangka
- Hasad dengki
- Takut sial kerana sesuatu

Lalu ditanya:

"Ya Rasulullah, bagaimana untuk selamat dari semua itu?"

Jawab Nabi Muhammad s.a.w.:

"Jika kau hasad maka jangan kau lanjutkan, dan jika menyangka maka jangan kau buktikan (jangan kau cari-cari kenyataannya) dan jika merasa takut dari sesuatu maka hadapilah (jangan mundur)." Yakni jika hasad dalam hatimu maka jangan kau lahirkan dalam amal perbuatanmu sebab selama hasad itu masih dalam hati, maka Allah s.w.t. maafkan selama belum keluar dengan lidah atau perbuatan. Jika su'udhdhan (buruk sangka) maka jangan kau buktikan, jangan berusaha menyelidiki mencari kenyataannya. Demikian pula jika akan keluar untuk sesuatu lalu ada suara burung atau lain-lain yang menimbulkan was-was atau takut dalam hati maka teruskan hajatmu dan jangan mundur."

Nabi Muhammad s.a.w. suka kepada fa'al (kata-kata yang baik atau harapan yang baik) dan tidak suka thiyarah (takut sial kerana burung dan sebagainya) dan bersabda: "Thiyarah itu perbuatan jahiliyah." Seorang mukmin tidak takut dan berlindung kepada Allah s.w.t.

Ibn Abbas r.a. berkata:
"Jika kamu mendengar suara burung maka bacalah:
"Allahumma la thoira illa thairuka walaa ilaha ghoiruka walaa haula walaa quwwata illa billahi."
Yang bermaksud: "Ya Allah, tidak ada burung kecuali burungMu dan tidak ada kebaikan kecuali daripadaMu dan tiada Tuhan kecuali Engkau dan tiada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Dan teruskan maksudmu, maka tidak akan ada sesuatu yang berbahaya bagimu. Bi idz nillah.


Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:
"Jangan benci membenci dan jangan hasud-menghasud dan jangan menawar barang untuk menjerumuskan orang lain dan jadilah kamu hamba Allah sebagai saudara."

Mu'awiyah bin Abi Sufyan berkata kepada puteranya:
"Hai anak, hati-hatilah dari hasad dengki kerana ia akan nyata pada dirimu sebelum bahayanya tampak nyata pada musuhmu."

Abul Laits berkata:
"Tiada sesuatu yang lebih jahat daripada hasud (iri hati), sebab penghasud itu akan terkena lima bencana sebelum terkena apa-apa yang dihasud iaitu:

1. Risau hati yang tak putus-putus
2. Bala yang tidak berpahala
3. Tercela yang tidak baik
4. Dimurka Allah s.w.t.
5. Tertutup padanya pintu taufiq

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:
"Ingatlah bahawa nikmat-nikmat Allah s.w.t. ada musuhnya."
Ditanya:
"Siapakah musuh-musuh nikmat Allah s.w.t. itu, ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Ialah mereka yang hasud terhadap nikmat kurniaan Allah s.w.t. yang diberikan kepada manusia."

Malik bin Dinaar berkata:
"Saya dapat menerima persaksian orang qurraa' terhadap siapapun tetapi tidak dapat menerima persaksian terhadap sesama qurraa' sebab diantara mereka ada rasa iri hati dan hasud menghasud."

Abuhurairah r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:
"Enam kerana enam akan masuk neraka pada hari kiamat sebelum hisab (perhitungan amal) iaitu:

1) Pemerintah kerana zalim
2) Orang kerana fanatik (mengutamakan kebangsaan)
3) Kepala desa kerana sombong
4) Pedagang kerana kianat
5) Orang dusun kerana kebodohan
6) Ahli ilmu kerana hasutan

Yakni ulama yang hanya berebut dunia, mereka hasut satu sama lain, kerana itu seharusnya seseorang menuntut ilmu kerana Allah s.w.t. dan akhirat supaya tidak timbul hasut menghasut antara satu pada yang lain. Sebagaimana firman Allah s.w.t. mengenai orang-orang Yahudi (Yang berbunyi):
"Am yahsudunan naasa ala maa ataahumullahu min fadhlihi."
Yang bermaksud:
"Ataukah mereka hasud pada orang-orang kerana Allah memberikan kurniaNya kepada mereka."


Bacaan lanjut di http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/hasaddengki.htm

Tazkirah: Sombong



Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:

"Tidak akan masuk syurga, siapa yang di dalam hatinya terdapat seberat zarah kesombongan."

Maka seseorang berkata:

"Bagaimana dengan seseorang yang suka memakai baju dan selipar yang cantik?"

Maka berkata Rasulullah:

Sesungguhnya Allah itu maha indah dan cinta pada keindahan (maksudnya, pakaian indah tidak selalu bererti kesombongan). Alkibr(kesombongan) itu adalah menolak kebenaran dan memandang rendah remeh orang lain."
(Hadis riwayat Muslim)

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: "Tiga golongan yang tidak
ditegur Allah, tidak disucikan, dah tidak diperhatikanNya kelak di hari
kiamat, dan mendapat seksa yang pedih iaitu: orang tua yang tetap
berzina, penguasa (pemimpin) yang dusta, dan fakir yang sombong." -
(Hadis riwayat Muslim)

Rasulullah s.a.w dalam sebuah hadisnya bersabda yang bermaksud:
"Barangsiapa merasa dirinya besar, atau angkuh dalam berjalan, dia akan
berjumpa dengan Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya."

(Hadis riwayat Muslim)

~'~'~

AlSurah al-Qashash; ayat 83; Allah S.W.T berfirman yang bermaksud:

"Negeri Akhirat itu (kebahagiannya dan keni'matannya) Kami jadikan untuk
orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerosakan di
muka bumi."

Surah Luqman; ayat 18; Allah S.W.T berfirman yang bermaksud:

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang
yang sombong lagi membanggakan diri."

Tazkirah: Tidur Yang Sunat Dikejutkan


Mengejutkan orang yang tidur disunatkan sekiranya orang itu tidur dalam keadaan berikut:

Pertama:

Seorang yang tidur di masjid dan waktu solat sudah tiba. Ini berdasarkan hadis Abu Bakrah ra, beliau berkata:


“ Aku keluar bersama Nabi saw untuk menunaikan solat subuh. Beliau tidak lalu pada mana-mana lelaki melainkan akan menyerunya untuk solat atau menggeraknya untuk solat dengan kakinya.”
(Hr Abu Daud 1246 – semua perawinya thiqah)


Kedua:

Orang yang tidur dihadapan orang yang solat kerana menggangu orang yang solat.


Ketiga:

Tidur diatas permukaan bangunan tanpa penghadang.
Rasulullah saw bersabda:

“Sesiapa yang tidur diatas permukaan bangunan tanpa ada penghadang (dari jatuh bangunan), sesungguhnya telah terlepas dari tang gungjawab mana-mana pihak (sekiranya jatuh).
(Hr Abu Daud – semua perawinya adalah thiqah)

Keempat:

Tidur dalam keadaan separuh badan terkena cahaya matahari dan setengah lagi tidak kena. Nabi saw bersabda:

“Apabila salah seorang kamu berada di bawah pancaran matahari, kemudian matahari menaik dan sebahagian tubuh mu terkena pancaran matahari dan sebahgian yang lain tidak kena , hendaklah dia beredar..”
(Hr Abu Daud – semua perawinya thiqah)


Kelima:

Tidur waktu subuh.
Nabi saw bersabda:

“Tidur subuh menegah rezki.”
(Hr Ahmad – sanad lemah)

Umar bin Abdul Aziz apabila melihat anaknya sedang tidur waktu subuh, beliau mengejutkannya dan berkata:

Rezeki dibahagi-bahagikan sedangkan engkau tidur.”

Keenam:

Tidur sebelum isya kerana makruh tidur waktu itu. Ini disebut dalam hadis yang panjang, riwayat dari Abi Bakrah ra dimana beliau berkata:


“Baginda tidak suka tidur sebelum solat isya dan sembang-sembang selepasnya.”
(Hr Bukhari - sahih)


Ketujuh:

Tidur lepas solat asar.
Nabi saw bersabda:

" Sesiapa yang tidur selapas solat asar dan hilang akalnya , janganlah dia mencela melainkan dirinya.”
(Hr Abu Ya’la – Sanad lemah)


Kelapan:

Tidur berseorangan di rumah. Hukum ini disebut oleh al-Hulaimi dalam kitabnya al-Minhaj Fi Syu’abil Iman.


Kesembilan:

Perempuan yang tidur menelentang . Ini kerana ianya makruh seperti yang disebut dalam kitab yang sama. Umar bin Abdul Aziz telah menegah anaknya yang tidur sedemikian.


Kesepuluh:

Seseorang yang tidur meniarap. Baginda melihat seorang lelaki meniarap.
Lalu baginda bersabda:

Maksudnya: “Sesungguhnya ini adalah cara baring yang dimurkai oleh Allah dan Rasulnya.”
(Hr Tirimizi dan Ahmad-hasan lighairihi)

Abu Umamah r.a berkata: Nabi s.a.w lalu dekat seorang lelaki yang tidur meniarap di Masjid. Lalu baginda memukulnya dengan kakinya dan berkata:

Maksudnya: “Bangunlah kamu dari tidur dan duduklah sesungguhnya ini adalah cara tidur ahli neraka jahannam.”
(Hr Ibnu Majah)


Kesebelas:

Mengejutkan orang tidur untuk bangun qiamullail.

Nabi saw bersabda:

“Allah merahmati lelaki yang bangun malam, menunaikan solat dan mengejutkan isterinya. Sekiranya isterinya enggan, dia akan merenjiskan air pada muka isterinya.

Allah merahmati wanita yang bangun malam, menunaikan solat dan menegejutkan suaminya. Sekiranya suaminya enggan, dia akan merenjis air ke muka suaminya.
(Hr Abu Daud 1308 – perawi-perawinya thiqah)


Kedua belas:


Mengejutkan orang yang tidur untuk bangun sahur. Nabi saw bersabda:

“Sesungguhnya bilal akan mengumandangkan azan pada waktu malam (sebelum subuh), maka makanlan dan minumlah sehingga Ibnu Maktum mengumandangkan azan subuh.”
(Hr Muslim)

Rujukan: Tashilul Maqasid li Zuwwarul Masjid oleh Ibnul Ammad, Aunul Ma’bud oleh al-Abadi dan an-Nihayah oleh Ibnul athir.

Selamat Beramal...

Fikir Positif Menghadapai Kritikan


Sebagai seorang manusia, kita tidak dapat mengelakkan diri daripada dikritik, dicaci dan dihina. Sedangkan Allah yang Maha Pencipta, Maha Hebat, Maha Pengasih pun dicerca orang yang tidak berakal, inikan pula kita manusia.

Kala meniti kehidupan, kita selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha bangun setelah jatuh dan semua ini tidak terlepas daripada kritikan yang sinis, pedas dan menyakitkan. Dan tidak mustahil diri kita dihina tanpa henti sehinggalah kematian menjemput diri. Ingatlah, orang yang duduk di atas tanah tidak akan jatuh. Mereka mungkin marah, sakit hati dan benci atas kebaikan, ilmu, harta dan kejayaan kita. Kita mungkin mendahului mereka dalam apa jua perkara.

Firman Allah SWT yang bermaksud,
“Katakanlah kepada mereka (wahai Muhammad): Matilah kamu dengan kemarahan kamu itu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.”
(Surah ali-‘Imran, ayat 119)

“….Dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.”
(Surah at-Taubah , ayat 74)

Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Rasulullah SAW bersabda, “Apakah tidak menarik hatimu bagaimana Tuhan menghindarkan daripadaku caci maki dan kutukan orang Quraisy? Mereka mencaci maki dan mengutuk orang yang tercela, sedangkan aku orang yang terpuji.” (Hadis riwayat Bukhari)

Daripada hadis di atas, dapat kita fahami ada dua sifat yang bertentangan iaitu :

1. yang terpuji (mahmudah)
2. yang tercela (mazmudah)

Rasulullah SAW adalah manusia yang terpuji. Meskipun ditentang, dimusuhi, mula-mula dengan kata-kata, kemudian dengan makian, penghinaan, ancaman dan akhirnya pembunuhan namun baginda tidak pernah membalas kejahatan tersebut. Baginda tidak pernah marah dan bertindak keras bahkan bersikap tenang dan tidak pernah berputus asa. Nama baginda mencerminkan akhlak baginda yang sekaligus melontar kembali setiap tohmahan dan keburukan yang dilemparkan kepada yang mengutuk itu sendiri iaitu musuh-musuh baginda sama ada dari kaum kafir atau pun dari kalangan kaum munafiqin hingga akhirnya mereka melihat kebenaran yang dibawa baginda dan memeluk Islam.

Bukankah Allah SWT telah memberi peringatan kepada Rasulullah SAW tentang betapa manusia akan lari dan menjauhkan diri sekiranya baginda bersikap keras dan kasar. Sedangkan melalui kasih sayang, hati yang keras menjadi lembut dan cair untuk menerima kebenaran.

Jadi, berwaspadalah terhadap kritikan dan cemuhan. Kuatkan jiwa untuk mendengar apa yang mereka katakan. Jika hati kita terasa terusik, ini bererti kita membenarkan keinginan mereka untuk mengotori hidup kita. Cara terbaik yang boleh kita lakukan ialah dengan terus menunjukkan akhlak yang baik. Usah merasa tertekan terhadap usaha untuk menjatuhkan kita. Ini kerana setiap kritikan itu hakikatnya merupakan ungkapan penghormatan untuk kita.

Berdiam diri itu lebih baik untuk memadamkan api yang sedang marak.

Renung-renungkan!

Tazkirah: Solat Istikharah Penting Dalam Kehidupan Harian Kita



Bila di sebut sahaja Solat Istikharah kebanyakan di kalangan kita hanya terbayangkan ketika hendak memilih jodoh. Ia begitu sinonim sekali dalam membuat keputusan untuk memilih bakal teman hidup tidak kira bagi lelaki mahupun perempuan. Perkara ini mungkin berlaku kerana penekanan di kalangan sesetengah Ustaz dalam soal istikharah ini dikaitkan dengan memilih jodoh sahaja.

Sebenarnya amalan Solat Sunat Istikharah ini skopnya luas. Kita kadang-kadang tidak diberikan penerangan yang jelas dalam soal ini. Sedangkan amalan Solat Istikharah ini sangat-sangat di galakkan oleh Rasulullah sebagaimana disebut dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari;

Mahfum Hadis:
Dari Jabir ra., ia berkata: “Nabi pernah mengajarkan kepada kami Istikharah dalam berbagai urusan, seperti mengajarkan sebuah surah dalam Al Quran.

Kalau seseorang dari kamu menghendaki sesuatu, maka hendaklah ia solat dua rakaat, kemudian berdoa:

“Ya Allah! Aku mohon pemilihanMu menerusi pengetahuan u dan aku mohon kekuatanMu menerusi kudratMu serta aku minta padaMu sebahagian dari limpah kurniaMu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau amat berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau amat mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan sesungguhnya Engkau amat mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini adalah baik bagiku dalam urusan agamaku juga dalam urusan kehidupanku serta natijah pada urusanku, kini dan akan datang, maka tetapkanlah ia bagi ku dan permudahkanlah ia untukku, serta berkatilah daku padanya. Dan kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini membawa kejahatan kepadaku dalam urusan agamaku, juga dalam urusan penghidupanku dan natijah urusanku, kini dan akan datang, maka elakkanlah ia dariku dan tetapkanlah kebaikan untukku sebagaimana sepatutnya, kemudian jadikanlah daku meredhainya.”

Betapa pentingnya Solat Istikharah ini sebagaimana pentingnya kita mempelajari al-Quran.

Sebagai satu iktibar dan renungan penulis ingin berkongsi beberapa contoh kisah benar yang berlaku di kalangan sahabat-sahabat yang terlupa mengamalkan solat istikharah. Nama dalam kisah ini bukan nama sebenar.

Kisah-1
Setelah berpindah randah dari satu rumah sewa ke rumah sewa, akhirnya tergerak hati Salim untuk memiliki rumah sendiri. Lalu dia melihat iklan di surat khabar dan berkenan dengan tawaran rumah yang agak munasabah harganya. Rumah tersebut masih belum dibina lagi tetapi pihak pemaju telah menawarkan pakej jualan yang istimewa. Pihak pemaju perumahan memberi jaminan rumah tersebut akan siap dalam masa dua tahun. Salim berminat dengan rumah tersebut lalu terus membelinya. Kini lima tahun telah berlalu, projek perumahan itu telah terbengkalai kerana pemaju telah muflis. Salim terpaksa membayar ansuran bulanan hutang kepada bank walaupun rumah yang diidamkan masih tidak wujud.

Kisah-2
Abu dan Salmah telah berkahwin selama 4 tahun. Mereka dikurniakan dengan dua orang cahaya mata. Anak yang sulung telah berumur 3 tahun dan yang kedua masih 8 bulan. Mereka berasa agak susah hendak ke sana kemari kerana hanya memiliki motosikal. Satu hari Salmah mencadangkan kepada Abu untuk membeli kereta. Abu lalu terus pergi ke Perodua Showroom untuk melihat-lihat kereta. Dia berkenan dengan model Kelisa lalu terus membelinya. Selang sebulan keretanya kena curi. Dah enam bulan berlalu keretanya masih tidak ditemui, tetapi dia masih membayar ansuran bulanan dengan pihak bank kerana pampasan yang pihak insurans bagi tidak mencukupi untuk melangsaikan bayaran baki hutang dengan pihak bank.

Kisah-3
Munirah akhirnya terpikat dengan pujukan rakan satu ofisnya Hafsah untuk melabur dalam satu skim pelaburan di internet. Dia akhirnya mengeluarkan sehingga RM10,000 untuk pelaburan tersebut. Dua tahun telah berlalu duit pelaburannya lesap tak nampak bayang.

Kisah-4
Rashid dan Zakiah telah mempunyai tiga orang anak. Mereka bercadang untuk mengambil pembantu rumah Indonesia. Mereka pergi ke agensi pembantu rumah dan terus memilih seorang pembantu rumah yang terdapat dalam senarai biodata. Selang dua bulan pembantu rumah pun sampai dan berkhidmat kepada mereka seperti yang dijangkakan. Tiga bulan berlalu tiba-tiba pada satu hari didapati pembantunya telah lari dari rumah.

Kisah yang dipaparkan di atas adalah kisah benar di mana penulis sendiri bertanya kepada mereka adakah mereka telah melakukan Solat Istikharah sebelum memilih atau membuat keputusan. Mereka kata langsung tak terfikir hendak melakukannya.

Kisah -5
Iskandar berumur 40 tahun telah berkahwin dan mempunyai enam orang anak. Suatu hari dia mendapat telefon dari kawan baiknya Jaafar. Jaafar hendak memberikan satu hadiah istimewa kerana jasa Iskandar yang telah menyelesaikan masalah keluarganya. Jaafar hendak menawarkan kepadanya perbelanjaan pakej menunaikan haji untuk suami isteri ditanggung sepenuhnya iaitu RM15,000 setiap orang. Hati Iskandar gembira bukan kepalang kerana sudah lama dia mengidam untuk menunaikan haji. Lagipun duit simpanan dalam tabung hajinya baru RM3000. Iskandar tidak terus menerima hadiah tersebut sebaliknya dia memberi tempoh tiga hari untuk membuat keputusan. Iskandar melakukan Solat Istikharah tiga malam berturut-turut. Pada hari keempat dia berjumpa Jaafar mengatakan dia sangat berat untuk menerima hadiah tersebut. Dia mengatakan ingin pergi menunaikan haji dengan duit pendapatan sendiri. Jaafar agak kecewa, dipujuknya namun Iskandar tidak terima juga. Selang dua bulan selepas itu baru Iskandar mendapat tahu duit yang hendak diberikan kepadanya itu adalah dari duit riba iaitu interest bank konvensional akaun simpanan tetap Jaafar. Jaafar telah tersalah sangka. Disangkanya bahawa duit riba boleh dihadiahkan kepada orang lain tetapi tidak boleh digunakan sendiri.

Kisah-6
Cikgu Imran telah mendapat arahan pertukaran sekolah dari Sabak Bernam ke Sandakan. Bila menerima surat tersebut hatinya agak gembira kerana ingin memberi khidmat di kawasan pedalaman. Baginya tidak ada masalah sebab masih bujang, dan teringin sangat hendak ke Sabah. Dia solat Istikharah walaupun keputusan telah ditetapkan oleh kementerian kepadanya. Dia berdoa “Ya Allah kalau pemergian aku ke Sandakan ini baik untukku dan agamaku maka permudahkanlah jika tidak kau gantikanlah dengan yang lebih baik dan sempurna”. Selang dua minggu Pengetua disekolahnya memberitahu kepadanya pertukaran dia ke Sabah di tarik balik disebabkan masalah teknikal. Dia rasa agak pelik namun tidak kecewa malah tetap gembira kerana telah melakukan solat istikharah. Dia yakin ini yang terbaik di pilih oleh Allah untuknya. Selang sebulan dia bertemu Jodoh dengan Ustazah (al-Hafizah) yang baru berpindah di taman tempat dia tinggal.

Semua kisah yang dipaparkan di atas adalah kisah benar yang boleh kita ambil iktibar dan pengajaran. Yang pastinya kita tidak akan rugi di dunia dan akhirat bila beramal dengan Solat Istikharah ini.

Dewasa ini ramai di kalangan kita hendak membeli rumah yang berharga lebih RM200,000. Bayaran balik mungkin mengambil masa selama 20 hingga 25 tahun. Dalam tempoh tersebut macam-macam perkara boleh terjadi. Jika sekiranya kita melakukan Solat Istikharah sebelum membeli rumah tersebut, pasti Allah akan mendorongkan kita membuat pilihan yang tepat dan memudahkan segala urusan. Penulis ada bertemu dengan beberapa sahabat yang melakukan Solat Istikharah sebelum membeli rumah, Alhamdulillah segala urusan menjadi mudah dan dapat membayar balik hutang rumah lebih awal daripada yang dijangkakan.

Seperkara lagi, supaya Allah SWT memakbulkan doa kita, jauhilah segala bentuk pinjaman yang ada unsur-unsur riba’ seperti dari sistem konvensional. Pilihlah sistem perbankan Islam semoga Allah memberikan keberkatan dan menurunkan rahmatnya sepanjang tempoh pinjaman di buat. Yakin dan percayalah jika kita mengikut suruhan Allah, pasti Allah akan membantu kita di ketika senang dan susah. Jika Allah bantu kita tiada sesiapa yang boleh menghalangnya.

Mengikut beberapa buah kitab seperti Kitab Minyatul Musolli, Sabilal Muhtadin dan Sairus Salikin, secara ringkasnya cara melakukan Solat Istikharah adalah seperti berikut;

- Waktu yang terbaik ialah pada 2/3 malam (iaitu sekitar pukul 2 pagi). Bagaimana pun boleh dilakukan pada bila-bila masa dalam waktu yang di haruskan sembahyang contohnya selepas maghrib.

- Niatnya: “Sahaja aku sembahyang sunat istikharah dua rakaat kerana Allah ta’ala”

- Dalam rakaat pertama selepas Surah Al-Fatihah baca Surah Al-Kafirun atau apa-apa sahaja surah lain yang terbaik kita boleh baca.

- Dalam rakaat kedua selepas Surah Al-Fatihah baca Surah Al-Ikhlas atau apa-apa sahaja surah lain yang terbaik kita boleh baca.

- Selepas memberi salam baca doa berikut (mulakan dengan basmalah dan selawat terlebih dahulu).

Terjemahan Doa’ :

Ya Allah!

Aku mohon pemilihanMu menerusi pengetahuanMu dan aku mohon kekuatanMu menerusi kudratMu serta aku minta padaMu sebahagian dari limpah kurniaMu yang sangat besar.
Sesungguhnya Engkau amat berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau amat mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan sesungguhnya Engkau amat mengetahui segala yang ghaib.

Ya Allah kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini (…sebutkan hajat..) adalah baik bagiku dalam urusan agamaku juga dalam urusan penghidupanku serta natijah pada urusanku, kini dan akan datang, maka tetapkanlah ia bagi ku dan permudahkanlah ia untukku, serta berkatilah daku padanya. Dan kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini (…sebutkan hajat..) membawa kejahatan kepadaku dalam urusan agamaku, juga dalam urusan penghidupanku dan natijah urusanku, kini dan akan datang, maka elakkanlah ia dariku dan tetapkanlah kebaikan untukku sebagaimana sepatutnya, kemudian jadikanlah daku meredhainya.

(Dari hadis riwayat Imam Bukhari)

Semoga artikel pendek ini memberi manfaat kepada kita semua.
Wallah hu ‘alam

Berdoalah kepada ibu bapa... pesanan Dato' Dr. Fadzilah Kamsah



Berikut adalah kiriman email yang saya perolehi tentang pesanan Dato' Dr. Fadzilah Kamsah. Semoga Allah memberkati dan merahmati pengirim email tersebut juga Dato' Dr. Fadzilah Kamsah.

Dato' Dr. Fadzilah Kamsah pernah berkata..... .

" setiap pagi sedekahkan al-fatihah kepada kedua ibu bapamu ( tak kira masih hidup @ telah tiada )".......... nescaya pintu rezekimu akan terbuka buat kamu...

Berdasarkan Hadith Nabi :
"Tidak akan terputus rezeki seseorang selagi dia tidak meninggalkan doa kepada kedua orang tua nya dalam sehari"

Huraian hadith:

- jangan sesekali meninggalkan doa kepada kedua ibubapa (baik yang hidup mahupun yang sudah tiada )
- Allah akan memurahkan rezeki kepada mereka yang tidak putus berdoa kepada kedua ibu bapa (walaupun ada ibu bapa yang leka, doakan agar mereka berubah)
- Ingatlah bahawa keredhaan ibu bapa adalah keredhaan Allah
- Semasa berdoa, berdoalah dengan bersungguh2. ...tadah tangan dan bayangkan wajah kedua orang tua kita , termasuk guru2 kita dan mereka yang banyak menolong kita (berdoa perlu benar2 bersungguh2)
- Mereka yang lupa berdoa kepada kedua orang tua, akan disempitkan rezeki oleh Allah


Kesimpulannya:

- Bagi yang berniaga, tak perlu ada ilmu pelaris..... . Cuma jangan lupa doakan ibu bapa kita setiap hari
- Rezeki bukan sahaja berupa wang ringgit, tetapi segala nikmat yang kita dapat dari Allah (e.g. makan, kesihatan, kasih sayang, ilmu dsb nya..)

InsyaAllah
Berusaha dan bertawakal.. ...insyallah , rezeki itu bukan kerana ada sijil SPM,(kata Azmil Mustapha)... ..Mari kita cuba….Allahhuakhbar. ..

Insya Allah
Allahu Akbar !
Related Posts with Thumbnails