Showing posts with label La Tahzan : Jangan Bersedih. Show all posts
Showing posts with label La Tahzan : Jangan Bersedih. Show all posts

Tazkirah: Jangan Bersedih - Berhati-hati dan tawakkallah kepada Allah


Bersikap hati-hati dan berusaha yang disertai dengan tawakkal kepada Allah adalah salah satu jalan menuju kebahagiaan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sendiri selalu memperlihatkan kewaspadaan dalam perang dengan memakai baju besi, padahal kita tahu Rasulullah saw adalah manusia yang paling bertawakkal kepada Allah.

Salah seorang sahabat bertanya kepadanya:
"Apakah saya harus mengikat unta saya,wahai Rasulullah atau bertawakkal sahaja?"

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ikatkanlah ia terlebih dahulu, barulah bertawakkal"


Berusaha dan bertawakkal kepada Allah adalah prinsip tauhid; meninggalkan usaha dan hanya bertawakkal kepada Allah adalah sebuah kekeliruan dalam memahami syariat; sedangkan berusaha saja tanpa tawakkal kepada Allah adalah kekeliruan dalam memahami tauhid.


Ibnul Jauzi menceritakan bahawa ada seorang lelaki yang memotong kukunya, kemudian ia lalai hingga mengakibatkan kematiannya. Ini adalah disebabkan kerana ia tidak berhati-hati dan berwaspada. Ada pula seorang lelaki pernah masuk kandang keldai sardan. Kerana tidak berhati-hati maka dia disondol oleh keldai itu dan terus meninggal dunia.


Diceritakan bahawa Thaha Husain, seorang penulis terkenal Mesir, selalu berkata kepada pemandunya:
"Jangan memandu kereta ini terlalu laju, agar lebih cepat sampai ke tempat tujuan"


Ini merupakan terjemahan secara praktikal dari sebuah peribahasa yang berbunyi: 'Terburu-buru itu justeru sering menciptakan kelambatan'



Seorang penyair mengatakan:

Seorang yang bertindak perlahan terkadang dapat mencapai tujuannya
Orang yang tergesa-gesa terkadang mengalami ketergelincir
Berwaspada dan berhati-hati supaya tidak bertentang dengan ketentuan Allah,
bahkan termasuk dari ketentuanNya.

... dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut... (Al-Kahdi:19)


... dan Dia telah menjadikan untuk kalian pakaian yang dapat melindungi tubuh kalian dari panas (dan dingin) dan pakaian (baju besi) yang dapat melindungi tubuh kalian (dari senjata musuh) di Medan perang... (An-Nahl:81)


Petikan dari Buku Jangan bersedih -Don't Be Sad (setelah kesulitan pasti ada kemudahan)

Karangan: Dr 'Aidh bin Abullah Al-Qarni, Perterjemah: Noraine Abu.

Tazkirah: Renungi dan Bersyukurlah


Setiap manusia mesti sentiasa mengingati nikmat yang Allah kurniakan kepada kita. Kerana nikmatNya telah meliputi dari hujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki, kesihatan badan, keamanan negara, hutan belantara, udara dan air, serta masih banyak lagi lainnya adalah nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita.

Sekiranya kalian menghitung-hitung nikmat Allah, nescaya kalian tidak akan dapat menghitungnya. (Ibrahim:34)



Demikian besar nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kita. Dunia ini, beserta apa yang ada di dalamnya telah diciptakan Allah untuk kita, tetapi kita tidak pernah menyedarinya; kita menguasai kehidupan, tetapi tidak pernah mengetahuinya.

Dia telah memberikan nikmat-nikmatNya secara sempurna kepada kalian, baik zahir mahupun yang batin. (Luqman:20)



Kita telah diberi sepasang mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.

Maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang layak anda dustakan?(Ar-Rahman:13)


Apakah kita mengira bahawa, berjalan dengan kedua kaki itu merupakan sesuatu yang biasa, padahal masih banyak manusia lain yang tiada mempunyai kaki? Apakah kita mengira bahawa berdiri tegak di atas kedua betis itu merupakan sesuatu yang mudah, padahal masih banyak manusia lain yang kehilangan kedua betisnya? Apakah kita merasai nikmatnya tidur dengan memejamkan kedua mata, sementara masih banyak manusia lain yang tidak dapat tidur kerana sakit yang menanggungnya?

Pernahkan kita merasa nista ketika kita dapat menjamu makanan yang lazat dan minuman yang sejuk, sementara masih banyak orang lain yang tidak dapat makan dan minum hanyak kerana penyakit yang mereka deritai? Renungkanlah! Betapa besarnya fungsi pendengaran, di mana Allah menjauhkan kita dari ketulian;penglihatan kita akan terhindar dari kebutaan; dan ingatlah kulit kita yang cantik yang terhindar dari penyakit gatal dan kudis.

Perhatikanlah juga fungsi Otak Kita! Apakah kita ingin menggantikan mata kita dengan emas sebesar gunung Uhud? Inginkah kita menjual pendengaran kita seharga perak satu bukit? Apakah kita mahu membeli istana-istanah yang menjulang tinggi dengan lidah kita, namun kita bisu? Apakah kita mahu menukar kedua tangan kita dengan butiran-butiran permata dan berian, tetapi tangan kita kudung?

Kita sebenarnya telah meraup kenikmatan yang tiada terhitung dan kesempurnaan tubuh badan, tetapi sayangnya kita tidak menyedarinya. Bahkan kita hidup dalam ketidakpastian dan terperangkap dalam kesedihan, padahal kita masih memiliki roti yang segar untuk disantap, air yang segar untuk diteguk, dapat tidur dengan nyenyak, dan kesihatan kita yang stabil.

Kita seringkali memikirkan sesuatu yang telah hilang, sehingga kita lupa mensyukuri apa yang ada di hadapan kita. Kita merasa sedih kerana kekurangan material, padahal kita masih memiliki kunci kebahagiaan, memiliki setompok kebaikan, kenikmatan, dan masih banyak yang lainnya. Oleh kerana itu, renungkanlah dan bersyukurlah!

Pada diri kalian juga terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah.Apakah kalian tidak memperhatikannya? (Adz-Dzariyat:21)

Lihatlah diri kita, keluarga, tempat tinggal, pekerjaan, kesihatan, sahabat, dan dunia sekeliling kita.


Dan janganlah termasuk didalam golongan: Mereka mengetahui bahawa semua nikmat yang ada berasal dari Allah, tetapi mereka mengingkarinya.(An-Nahl:83)

Tazkirah: Jangan Bersedih Kerana Rezeki yang Sulit


Yang memberi rezeki itu hanya satu. Seluruh rezeki hamba itu berada di sisi-Nya, dan Dia telah mengatur semua itu.

{Dan, di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang
dijanjikan kepadamu.}

(QS. Adz-Dzariyat: 22)


Jika memang yang memberi rezeki itu adalah Allah, maka mengapa manusia itu harus menjilat dan mengapa harus merendahkan diri di hadapan orang lain hanya karena ingin mendapatkan rezeki dari sesama manusia?

{Dan, tidak ada suatu binatang melatapun di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.}

(QS. Hud: 6)


Dalam firman-Nya yang lain disebutkan:

{Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya. Dan apa saja yang Allah tahan, maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu.}

(QS. Fathir: 2)

Tazkirah: Jangan bersedih, Hidup ini bukan untuk bersedih...


Jika dunia ini tiada keimanan di dalamnya, maka dunia ini tidak berguna, tidak bernilai dan tidak bermakna.

Jangan bersedih, sesungguhnya rasa sedih akan selalu mengganggu dengan kenangan masa lalu, akan membuatmu khuatir dengan segala kemungkinan di masa yang akan datang, dan akan menyia-nyiakan kesempatan pada hari ini.

Jangan bersedih, sesungguhnya rasa sedih hanya akan membuat hati menjadi kecut, wajah menjadi muram, semngat akan padam, dan harapan akan menghilang.

Jangan bersedih, sebab kesedihan hanya akan membuat musuh gembira, membuat kawan bersedih, membuat orang yang mendengki senang, dan membuat hakikat-hakikat yang ada berubah.

Jangan bersedih, sesungguhnya rasa sedih sama dengan menentang qadha', dan menyesali sesuatu yang pasti, jauh dari sikap lembut dan benci terhadap nikmat.

Jangan bersedih, sesungguhnya rasa sedih tidak akan pernah mengembalikan suatu yang hilang dan yang telah pergi, tidak akan membangkitkan orang yang mati, tidak mampu menolak takdir, dan tidak mendatangkan manfaat.

Jangan bersedih, sesungguhnya rasa sedih itu datangnya dari syaitan, dan kesedihan itu adalah rasa putus asa yang menakutkan, kefakiran yang menimpa, putus asa yang berlanjutan, depresi yamg harus dihadapi, dan kegagalan yang menyakitkan.


Petikan dari terjemahan buku 'La Tahzan' oleh Dr, 'Aidh bin 'Abdullah Al-Qarni

Tazkirah: Jangan Bersedih, Hargailah Masa Yang Ada Sekarang

Ketahuilah bahawa jika anda tidak hidup dalam batasan hari ini, tentu fikiran anda akan melayang ke mana-mana. Seterusnya, semua urusan menjadi kacau-bilau serta kecemasan dan kedukaan anda akan menjadi lebih banyak. Inilah makna sabda Rasullullah S.A.W:

Bila engkau berada pada pagi hari, jangan tunggu datangnya petang hari.
Bila engkau berada pada petang hari, janganlah menunggu datangnya waktu pagi.


- Petikan dari terjemahan buku 'La Tahzan', Dr. 'Aidh 'Abdullah Al-Qarni

Tazkirah: La Tahzan 001 - Ya Allah!

"Sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi sentiasa berhajat memohon kepada-Nya. Setiap masa Dia di dalam urusan (mencipta dan mentadbirkan makhluk-makhluknya)!"
(Surah Ar-Rahman: 29)


Ketika laut bergelombang, ombak menghempas bergulung-gulung dan angin bertiup berderu kencang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika seseorang tersesat di tengah padang pasir, kenderaan menyimpang jauh dari arah dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya,mereka akan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi,mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan dilabuhkan, mereka berseru: "Ya Allah!"

Ketika semua ikhtiar tak mampu menyelesaikan masalah, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas buntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!"

Ketika bumi yang luas ini terasa sempit dengan persoalan hidup,dan jiwa rasa tertekan oleh bebanan kehidupan yang harus anda pikul, berserulah:"Ya Allah!"

"Sungguh aku mengingati-Mu saat malam yang begitu gelap gelita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam. Aku teriak nama-Mu dengan lantang di saat fajar menyinsing,
dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah."

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menitis penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menyedihkan hati adalah hanya ditujukan kepada Allah.

Setiap dini hari menjelang, tadahkan kedua telapak tangan,julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan!

Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu,hati akan tenang, jiwa akan damai, saraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya,
keyakinan akan semakin kokoh. Kerana,

"(Sesungguhnya) Allah Maha Lemah-lembut terhadap hamba-hamba-Nya."
(Surah Asy-Syura: 19)

Allah:

Nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah,ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga. "Adakah kamu tahu ada sesiapa yang senama dan setanding dengan-Nya"
(Surah Maryam: 65)

Allah:

Milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan,kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.
"Siapakah yang menguasai kerajaan pada hari ini? (Allah sendiri menjawab):Milik Allah Yang Maha Esa, lagi Yang Mengatasi kekuasaan-Nya atas segala-galanya"
(Surah Ghafir: 16)

Allah:

Dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan.
"Apa jua nikmat yang ada pada kamuadalah datang dari pada Allah
(Surah An-Nahl: 53)

Allah:

Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.

"Setiap kali kami munuliskan huruf-huruf suci tentang kemegahan-Mu, segenap jiwa turut bersenandung 'Engkaulah Yang Maha Mulia' dan segala makna akan cair di depan kemuliaan-Mu, oh Tuhanku"

"Justeru Ya Allah, gantikanlah keresahan ini dengan kedamaian, gantikan kedukaan dengan kegembiraan, dan ketakutan dengan keamanan."

"Ya Allah, sejukkankan gelora di hati dengan salji keyakinan, dan padamkan bara di jiwa dengan air keimanan."

"Oh Tuhan, anugerahkan pada mata yang tak mahu lelap merasa mengantuk yang mententeramkan, dan letaklah di atas jiwa yang bergolak ini kedamaian, dan ganjarkanlah dengan kemenangan yang nyata."

"Oh Tuhan, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan palingkanlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu kepada hidayah-Mu."

"Ya Allah, lenyapkanlah keraguan dengan fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan jahat dengan falak kebenaran. Tumpaskan semua tipu daya syaitan dengan bantuan bala tentara-Mu."

"Ya Allah, lenyakanlah dukacita kami, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua."

"Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, kerana Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong."
Related Posts with Thumbnails